Kajian Analisis Perkembangan Narkotika di Yogyakarta sebagai Bagian dari Isu Non Tradisional

Rezki Satria

Abstract


Kajian Narkotika menjadi salah satu kajian yang telah diperbincangkan baik dalam konteks nasional maupun global. Kajian ini menjadi salah satu sub bahasan yang ada di mata kuliah hubungan internasional terkait dengan isu-isu non tradisional. Maraknya penyalahgunaan narkotika saat ini terutama di Indonesia dan terkhusus di Yogyakarta, menjadi perhatian semua elemen masyarakat baik level pemerintah dalam hal ini kepolisian hingga ke akademisi (pendidik) atau pun peneliti. Penelitian tentang narkotika yang ada di Yogyakarta bertujuan untuk melihat dan memahami perkembangan narkotika di Yogyakarta serta mengapa Yogyakarta menjadi salah satu basis peredaran narkoba yang notabene adalah kota pendidikan yang bernuansa intelektual. Metode penelitian yang digunakan adalah metode dengan pendekatan kualitatif yang menggunakan pendekatan naturalistik untuk mencari dan menemukan pengertian atau pemahaman tentang fenomena dalam suatu latar yang berkonteks khusus. Peneliti merupakan instrumen kunci guna menangkap makna, interaksi nilai lokal dari nilai lokal yang berbeda, di mana hal ini tidak bisa ditangkap melalui kuesioner.

Kata Kunci: Narkotika, Non Traditional Issue, Policy


Full Text:

PDF

References


BNN: 22 Persen Pengguna Narkoba adalah Pejalar dan Mahasiswa. Diakses di

http://www.netralnews.com/news/pendidikan/read/26672/bnn.22.persen.pengguna .narkoba.adalah.pejalar.dan.mahasiswa Pada 20 April 2017

Budiharso. Latar Belakang Dan Sejarah Badan Narkotika Nasional Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. diakses di http://yogyakarta.bnn.go.id/page-8- sejarah.html pada 20 April 2017

Daerah Istimewa Yogyakarta Dalam Angka. 2015. Badan Pusat Statistik. Diakses di http://bit.ly/2yutmzL pada 20 Oktober 2017

Patricia Vinka. 2015. “Mahasiswa dan Pelajar Pemakai Narkoba Kedua Tertinggi di

Y ogyakarta”, diakses di http://jateng.metrotvnews.com/read/2015/10/17/181279/mahasiswa-dan- pelajarpemakai-narkoba-kedua-tertinggi-di-yogyakarta, pada 2 November 2017

Handayani, Trisakti dan Sugiarti. 2008. Konsep dan Teknik Penelitian Gender. Malang: UMM Press.

Joyo Nur Suryanto gono. Narkoba: Bahaya Penyalahgunaan dan Pencegahannya. Artikel

KR.Jogja. 2016. Narkoba Masuk Melalui Tiga Wilayah. Diakses di http://krjogja.com/web/news/read/8613/Narkoba_Masuk_Yogya_Melalui_ Tiga_Wilayah. Pada 11 Agustus 2017.

Laporan Tahunan Badan Narkotika Nasional Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2014 Yogyakarta. Januari 2015

Mukhijab. 2017. Penelitan: Persentase Pelajar dan Mahasiswa Yogyakarta Pengguna Narkoba Tertinggi. Diakses di http://www.pikiran- rakyat.com/nasional/2017/07/06/penelitan-persentase-pelajar-dan- mahasiswa-yogyakarta-pengguna-narkoba-tertinggi pada 2 November 2017

Mulyani, Endang. 2016. Survei Prevalensi Penyalahgunaan Narkoba pada Kelompok Rumah Tangga di 20 Provinsi Tahun 2015. Pusat Penelitian Data dan Informasi Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia Jakarta Timur

M.Arief Hakim, 2007. Narkoba Bahaya dan Penanggulangannya. Mandar Maju: Bandung.

Rachmawati, Ira. Buwas: Pengguna Narkoba di Indonesia Meningkat hingga 5,9 Juta Orang. Diakses di http://regional.kompas.com/read/2016/01/11/14313191/Buwas.Pengguna.

Narkoba.di.Indonesia.Meningkat.hingga.5.9.Juta.Orang pada 20 April 2017

Setyorini, Virna P. UNODC: Produksi opium meningkat di kawasan segitiga emas. Diakses di http://www.antaranews.com/berita/468338/unodc-produksi- opium-meningkat-di-kawasan-segitiga-emas pada 20 April 2017

Solopos.com. 2017. Yogyakarta Pintu Masuk Jaringan Narkoba Internasional. Diakses di http://www.solopos.com/2010/03/17/yogyakarta-pintu-masuk- jaringan-narkoba-internasional-16635, pada 20 Oktober 2017

TribunJogja.com. 2017. DIY Target Utama Peredaran Narkotika. Diakses di jogja.tribunnews.com/2017/07/22/diy-target-utama-peredaran-narkotika, pada 10 September 2017

Topo Santoso Anita Silalahi. 2000. Penyalahgunaan Narkoba Di Kalangan Remaja: Suatu Perspektif. Diterbitkan Di Jurnal Kriminologi Indonesia Vol. 1 No. I September

Wawancara BNN Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat. 31 Oktober 2017


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Transformasi Global