UPAYA INDONESIA MENGURANGI EKSPLOITASI SEKSUAL KOMERSIAL ANAK (ESKA) DI INDUSTRI PARIWISATA DALAM MEWUJUDKAN TUJUAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN 2030

Authors

  • Jingga Cahya Irawan Islamic State University of Sunan Ampel Surabaya
  • Ridha Amaliyah

DOI:

https://doi.org/10.21776/ub.jtg.2022.009.01.1

Abstract

Tulisan ini menyoroti upaya Pemerintah Indonesia dalam mengurangi Eksploitasi Seksual Komersial Anak (ESKA) di industri pariwisata sebagai realisasi mendukung agenda pembangunan berkelanjutan, demi terciptanya masyarakat yang lebih dini waspada terhadap kekerasan seksual pada anak-anak. ESKA di industri pariwisata biasanya melibatkan pelaku dari wisatawan mancanegara serta domestik yang menempatkan anak-anak dalam kerugian seksual secara fisik dan mental. Isu ini berpengaruh pada kemampuan pemerintah negara melindungi warganya dalam konteks pembangunan berkelanjutan. Melalui lensa rezim internasional dan keamanan manusia, tulisan ini mengungkapkan dua poin utama. Pertama, upaya Pemerintah Indonesia telah sejalan dengan amanat dalam Optional Protocol to the Convention on the Rights of the Child on the sale of children, child prostitution and child pornography (OPSC). Kedua, Pemerintah Indonesia yang digawangi oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) bersama Kementerian Pariwisata dan Direktorat Jenderal Imigrasi, Kementerian Hukum dan HAM RI telah memiliki rangkaian program/rencana nasional untuk mengurangi Eksploitasi Seksual Komersial Anak (ESKA) di industri pariwisata, yakni (1) pencanangan Kabupaten/Kota Layak Anak; (2) penciptaan Wisata Perdesaan Ramah Anak Bebas Eksploitasi; (3) pembentukan jaringan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat; (4) penetapan PP No.70 Tahun 2020 tentang Kebiri Kimia; dan  (5) pengetatan aturan izin masuk dan tinggal WNA. Serangkaian upaya yang dilakukan pemerintah Indonesia ini dapat mengarahkan, membentuk pola pikir dan menyadarkan masyarakat Indonesia untuk memerangi ESKA di industri pariwisata demi tercapainya pembangunan berkelanjutan 2030.

Downloads

Published

2022-08-21